Jumat, 02 September 2016

Sejarah Berdiriya Monumen Selamat Datang

Hasil gambar untuk monumen selamat datang di jakarta

Monumen Selamat Datang adalah sebuah monumen yang terletak di tengah Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Indonesia. Monumen ini mempunai bentuk  sepasang patung manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap keutara yang berarti mereka sedang menyambut orang-orang yang dating dari arah Monumen Nasional.
Pada tahun 1962, Jakarta sedang menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia.Saat itu, Presiden Soekarno mendirikan Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games ke - IV yang diadakan di Jakarta. Para atlet dan kru yang datang menginap di Hotel Indonesia dan bertanding di komplek olahraga Ikada, sekarang berubah nama menjadi komplek Gelora Bung Karno, Senayan.
Ide pembuatan patung ini berasal dari Presiden Soekarno dan rancangan awalnya dikerjakan oleh seorang bernama Henk Ngantung yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil   Gubernur DKI Jakarta.Tinggi patung perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi seluruhnya dari kaki hingga tangan adalah lebih dari 7 m, dan tinggi kaki patung adalah 10 m. Perancang pembuatan patung ini adalah tim pematung dari Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Saat pembuatannya, Presiden Soekarno di dampingi Duta BesarAmerikaSerikat, Howard P. Jones beserta para menteri sempat berkunjung kesanggar Edhi Sunarso.Pembuatan patung ini memakan waktu sekitar satu tahun.Monumen Selamat Datang kemudian diresmikan oleh Soekarno pada tahun 1962.Pada tahun 2002, Monumen ini kemudian direnovasi oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama dengan penambahan air mancur baru, desain kolam baru, dan pencahayaan. Dan diperbaharui sampai sekarang.

Begitulah pembuatan Monumen Selamat Datang yang dari dulu menyambut banyak orang sampai saat ini dari dalam negeri atau luar negeri. Kita seharusnya bangga dan menjaga bersama monumen – monumen tersebut karena itu lah yang menjadi pengingat dan penyemangat kita bahwa ada orang – orang yang berjuang untuk bangsa ini dan untuk kita semua di masa lalu. Jayalah negeri ku jayalah bangsaku 

Editor oleh : Rivaldy Raffi Rozak